Payango.id | Boalemo – Di balik kerja senyap dan perjalanan dinas yang sederhana, tersimpan kabar besar bagi dunia pendidikan Boalemo.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Daud Dukalang, menorehkan langkah berarti setelah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, tepatnya di Direktorat Sekolah Dasar.
Pertemuan itu bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ia menjadi pintu yang membuka harapan baru bagi sekolah-sekolah di Boalemo yang tengah menunggu sentuhan revitalisasi.
Daud diterima langsung oleh Dr. Khamim, pejabat di Direktorat Sekolah Dasar, dan hasilnya sungguh menggembirakan.
“Alhamdulillah, kunjungan kami mendapat respon yang baik. Dari yang awalnya hanya delapan sekolah, kini Boalemo mendapatkan tambahan lima sekolah lagi. Jadi totalnya ada 13 sekolah yang masuk program revitalisasi,” ujar Daud dengan nada syukur, Rabu (20/8/2025).
Langkah ini menjadi bukti bahwa komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat bisa menghadirkan hasil nyata untuk kemajuan pendidikan di daerah.
Bagi Daud, perjuangan ini bukan tentang angka, tetapi tentang kesempatan bagi ribuan anak Boalemo untuk belajar di lingkungan yang lebih layak dan bermartabat.
“Insya Allah, dengan bertambahnya sekolah yang direvitalisasi, kualitas pendidikan di Boalemo akan semakin meningkat. Anak-anak kita akan belajar dengan fasilitas yang lebih memadai,” tambahnya.
Program revitalisasi ini bukan hanya soal membangun ruang kelas atau memperindah bangunan sekolah.
Ia adalah investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia — memastikan bahwa setiap anak di Boalemo, dari desa pesisir hingga pelosok pegunungan, mendapatkan hak yang sama untuk belajar dengan nyaman dan bermutu.
Pemerintah Daerah Boalemo pun menyambut baik capaian ini sebagai langkah penting menuju pemerataan mutu pendidikan.
Dengan tambahan lima sekolah baru dalam program revitalisasi, Boalemo kini menatap masa depan pendidikan yang lebih cerah dan setara dengan daerah lain di Indonesia.
Satu kunjungan, lima sekolah tambahan, dan ribuan mimpi yang kini punya tempat baru untuk tumbuh.
Dari ruang kerja di Jakarta hingga ruang kelas di Boalemo, langkah kecil itu kini bergaung sebagai bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari niat tulus untuk memperjuangkan masa depan anak bangsa.(Eustas)


















