Payango.id – Gelombang seruan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali ramai bergema di jagat media sosial. Isu ini muncul seiring derasnya kritik publik terhadap besarnya tunjangan yang diterima para wakil rakyat di Senayan.
Di tengah riuh suara warganet, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, memilih untuk angkat bicara. Dengan nada tegas, ia melontarkan kalimat yang langsung menyita perhatian: “Orang yang menyerukan pembubaran DPR adalah orang tolol sedunia.”
Sahroni tak menutup diri dari kritik, bahkan hujatan sekalipun. Ia menyebut, kritik terhadap anggota dewan adalah bagian dari dinamika demokrasi. Namun, baginya, seruan untuk membubarkan DPR adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
“DPR memang tidak selalu sempurna, tapi tanpa DPR, jalannya pemerintahan Indonesia belum tentu lebih baik,” ujar Sahroni, mengingatkan bahwa meski penuh kekurangan, lembaga perwakilan tetap memegang peran vital sebagai jembatan aspirasi rakyat.
Pernyataan Sahroni seakan menjadi penanda tarik ulur antara suara publik yang menuntut perubahan, dengan kenyataan bahwa lembaga ini masih menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.
Di balik seruan emosional untuk “membubarkan DPR”, ada kegelisahan rakyat atas ketimpangan yang dirasakan. Namun, di sisi lain, ada keyakinan bahwa demokrasi tetap butuh ruang representasi.
Dan di titik inilah, pernyataan Sahroni mengingatkan: kritik boleh, hujatan pun sah, tetapi membubarkan DPR bukanlah jawaban sederhana untuk persoalan yang kompleks.
Euastas Kidd.


















