Breaking News
Ingin jangkau lebih banyak pelanggan? Pasang iklan sekarang! Hubungi kami di No. Telpon/SMS/WhatsApp di 0812 4346 0159. Kami siap membantu mempromosikan bisnis Anda dengan efektif!
Mabar Kriminal
Mabar Kriminal

Bubur Sada, Cita Rasa Boalemo yang Kini Resmi Menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Payango.id | JAKARTA – Kabar bahagia datang dari ibu kota. Dalam balutan suasana yang khidmat di Hotel Sutasoma Dharmawangsa, Jakarta Selatan, aroma kebanggaan dari tanah Boalemo seolah ikut hadir di ruangan itu. Bubur Sada (Buuburu lo Dila lo Binthe), kuliner tradisional kebanggaan masyarakat Boalemo, akhirnya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Penetapan itu diumumkan dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berlangsung sejak 8 hingga 11 Oktober 2025, dan menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Boalemo — sebuah daerah yang terus menulis kisahnya di panggung kebudayaan nasional.

Mewakili pemerintah daerah, Abd Faris Babuta, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo, berdiri membawa nama daerahnya di hadapan majelis sidang nasional. Ia menyampaikan rasa syukur mendalam atas penetapan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini, Jumat 10 Oktober 2025 pukul 16.30 WIB, Bubur Sada resmi ditetapkan oleh Majelis Sidang menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2025. Ini menjadi kado terindah di Hari Ulang Tahun Kabupaten Boalemo yang ke-26,” ungkapnya penuh haru.

Tahun ini, terdapat 514 karya budaya dari seluruh Indonesia yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Di antara ratusan warisan itu, Bubur Sada menjadi satu-satunya kuliner khas yang mewakili Provinsi Gorontalo, dengan domain budaya dari Kabupaten Boalemo.

Penetapan ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Dinas Pendidikan, khususnya Bidang Kebudayaan, untuk menjaga, memperkenalkan, dan mewariskan kekayaan tradisi kepada generasi penerus.

“Bubur Sada bukan hanya sekadar makanan. Ia memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat tentang kebersamaan, gotong royong, dan tradisi masyarakat Boalemo. Kami berharap warisan ini terus dijaga dan dilestarikan,” tambah Abd Faris dengan penuh makna.

Di setiap sendok Bubur Sada tersimpan kisah panjang — tentang tangan-tangan perempuan Boalemo yang mengaduk bubur dengan sabar, tentang aroma santan yang berpadu dengan jagung dan binthe, serta tentang kebersamaan di meja yang menjadi simbol persaudaraan.

Kini, Bubur Sada tidak lagi hanya dikenal di dapur-dapur tradisional Boalemo. Ia telah menempuh perjalanan panjang hingga diakui di tingkat nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia — sebuah bukti bahwa dari Boalemo, cita rasa dan budaya bisa menjadi bagian dari cerita besar bangsa. (Eustas kidd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *