Payango.id | Boalemo – Komitmen Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak kembali diwujudkan melalui penunjukan Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, sebagai lokasi percontohan program Desa Ramah Peduli Perempuan dan Anak. Penunjukan ini dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo.
Dipilihnya Desa Hutamonu bukan tanpa alasan. Kepala Desa Hutamonu, Helmy Buluati, mengungkapkan bahwa selama ini desanya tak luput dari persoalan serius terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang bahkan telah melanggar hukum. Karena itu, hadirnya program ini diharapkan menjadi titik balik penting bagi perubahan sosial di masyarakat.
“Dengan adanya kasus-kasus yang terjadi, kami justru semakin termotivasi untuk melakukan perubahan. Program ini kami terima sebagai semangat baru untuk meningkatkan kesadaran dan keberdayaan perempuan di desa kami,” ujar Helmy Buluati usai pembukaan Kelas Perdana Sekolah Perempuan Berdaya Boalemo yang berlangsung di aula kantor desa, Selasa (20/5/2025).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, DPPKBP3A, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Boalemo. Selain membuka kelas perdana, pihak desa juga telah berkoordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, guna mendorong keterlibatan aktif lintas sektor dalam mendukung agenda besar pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Atas nama pemerintah desa, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada pemerintah daerah yang telah mempercayakan Desa Hutamonu sebagai tuan rumah dimulainya pembelajaran Sekolah Perempuan Berdaya ini,” tambah Kades Helmy.
Pembukaan sekolah ini juga mendapat perhatian penuh dari jajaran pemerintah daerah. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Boalemo Rum Pagau, Ketua GOW Boalemo Heldy V. Alam, Wakil Ketua TP PKK Rina Sarkam Hambali, Kepala DPPKBP3A Agus Dulialo, Camat Botumoito Jefri Kaluku, Ketua KKAD Kabupaten Boalemo, serta unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Langkah progresif ini diharapkan menjadi model pembelajaran bagi desa-desa lainnya di Boalemo dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu-isu perempuan dan anak, serta mewujudkan desa yang benar-benar ramah dan aman bagi semua kalangan.


















