Payango.id | Boalemo, 13 Oktober 2025
Ada yang berbeda dalam suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Boalemo kali ini. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Boalemo ke-26, para tamu undangan tidak hanya disuguhkan dengan rangkaian acara seremonial yang khidmat dan penuh makna, tetapi juga menerima buket spesial yang memikat hati, berisi dua ikon kebanggaan daerah: Gula-Gula Soba dan Kopi Saritani.
Di tangan para panitia, buket itu bukan sekadar cendera mata, melainkan simbol rasa cinta terhadap tanah Boalemo. Gula-Gula Soba, permen tradisional manis yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat, dibungkus dengan kertas bergambar wajah para pejabat daerah—seolah mengisyaratkan kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya. Sementara itu, kopi khas Boalemo yang tumbuh subur di Saritani SP3, Kecamatan Wonosari, melengkapi nuansa khas daerah ini.
Kopi Saritani dikenal karena keunikan prosesnya: ditanam di lahan Boalemo yang subur, diproses secara natural, dan disangrai (roasting) manual oleh tangan-tangan warga lokal. Setiap bijinya mengandung cerita tentang kerja keras, kemandirian, dan semangat masyarakat yang terus menjaga keaslian cita rasa daerah.
Sekretaris DPRD Kabupaten Boalemo, Ulkia Kiu, SE., M.Si., menyampaikan bahwa pemberian buket ini merupakan cara sederhana namun bermakna untuk memperkenalkan identitas Boalemo melalui cita rasa dan tradisi lokal.
“Kami ingin tamu yang hadir merasakan kehangatan Boalemo, bukan hanya lewat sambutan dan acara, tapi juga melalui rasa. Gula-Gula Soba dan Kopi Saritani adalah simbol manisnya kebersamaan dan semangat masyarakat kita yang terus tumbuh bersama daerah ini,” ujar Ulkia Kiu dengan senyum hangat.
Menurutnya, kehadiran dua produk lokal itu menjadi pengingat bahwa kemajuan Boalemo tidak hanya lahir dari pembangunan fisik, tetapi juga dari pelestarian nilai dan kearifan lokal.
“Boalemo punya banyak potensi yang bisa dibanggakan. Kita mulai dari yang kecil, dari yang sederhana seperti Gula-Gula Soba dan Kopi Saritani ini. Tapi justru di situlah keindahannya, karena setiap cita rasa lokal adalah cermin dari jati diri daerah,” tambah Ulkia.
Dengan sentuhan budaya dan rasa lokal yang begitu kental, Paripurna HUT Boalemo tahun ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menjelma menjadi kisah tentang rasa syukur, kebanggaan, dan cinta terhadap Bumi Idaman, tempat di mana manisnya gula-gula dan harumnya kopi berpadu menjadi cerita tentang Boalemo yang terus tumbuh, menyatu dengan warganya. ( Eustas kidd )


















