Payango.id | Boalemo, 10 Juli 2025 — Menindaklanjuti kegiatan survei lapangan di wilayah tambang Desa Saritani pada 8–9 Juli 2025 lalu, Puskesmas Saritani kembali menggelar kegiatan Tindak Lanjut Penguatan Survei Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit pada Kamis (10/7), bertempat di Kantor Desa Saritani.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pengendalian penyakit menular di wilayah dengan peningkatan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) dan pasca-KLB, khususnya malaria. Kegiatan difokuskan pada koordinasi lintas sektor dan analisis hasil survei lapangan yang sebelumnya dilakukan di area pertambangan Desa Saritani, Kecamatan Wonosari.
Kepala Puskesmas Saritani, I Made Kuat, SKM, MM, memimpin langsung kegiatan ini, didampingi jajaran tenaga kesehatan dan melibatkan unsur Pemerintah Desa Saritani. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah desa dalam menindaklanjuti hasil temuan di lapangan.
“Temuan yang kami dapatkan di wilayah tambang menunjukkan adanya potensi tinggi terhadap penyebaran vektor penyakit. Maka perlu langkah konkret dan terkoordinasi agar wilayah ini tidak kembali menjadi episentrum kasus,” tegas I Made Kuat.
Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi untuk menyusun strategi pengendalian vektor secara terpadu, seperti pengelolaan lingkungan, penyemprotan insektisida di titik-titik rawan, dan peningkatan edukasi masyarakat tentang pencegahan penyakit menular.
Partisipasi aktif Pemerintah Desa Saritani dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman penyakit berbasis vektor, terutama di wilayah-wilayah dengan aktivitas pertambangan.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Saritani berharap lahir langkah-langkah operasional yang efektif dan berkelanjutan, sebagai bentuk nyata perlindungan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kerja mereka.(*) Kidd


















