Payango.id, Boalemo – Di balik hiruk pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, langkah seorang putra daerah kembali menapak dengan satu tujuan: membawa pulang kabar baik bagi tanah kelahirannya.
Bupati Boalemo, Rum Pagau, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke ibu kota negara. Namun, ini bukan sekedar perjalanan formal belaka. Di balik tas proposal yang dibawanya, tersimpan harapan ribuan masyarakat Boalemo akan jalan yang lebih layak, pertanian yang lebih maju, dan masa depan yang lebih cerah.
Dalam pertemuan hangat bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Hj. Titiek Soeharto, Rum Pagau tak hanya menyampaikan data dan angka. Ia bercerita tentang Boalemo—tentang petani yang berpeluh di sawah, tentang nelayan yang menunggu jalan lancar untuk membawa hasil tangkapan mereka ke pasar, dan tentang anak-anak desa yang mendambakan akses pendidikan lebih mudah.
“Tiga ruas jalan ini bukan sekedar aspal dan batu. Ini adalah urat nadi pergerakan ekonomi rakyat,” tegas Rum Pagau dalam diskusi yang berlangsung penuh kekeluargaan.
Tiga ruas jalan yang kini diperjuangkan masuk prioritas pembangunan adalah:
Jalan koridor Tanah Putih – Tangga Barito,
Jalan ruas SP3 Trans Bongo Nol – Bongo Satu,
Jalan ruas SP3 Limbatihu – Bukit Karya.
Selain infrastruktur, sektor pertanian juga menjadi fokus utama. Bupati Rum meyakini bahwa pembangunan jalan harus sejalan dengan penguatan produksi pangan. Karena bagi Boalemo, sawah dan ladang bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga identitas yang melekat dalam denyut kehidupan warganya.
Rum Pagau optimistis, usahanya kali ini takkan sia-sia. Ia berharap proposal yang diajukan dapat disetujui dan terealisasi pada tahun depan, sehingga pembangunan benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Boalemo bukan hanya sekadar titik di peta Gorontalo. Ia adalah rumah besar dengan harapan besar. Dan saya ingin memastikan, harapan itu sampai ke meja kebijakan nasional,” ucap Rum dengan nada penuh keyakinan.
Perjuangan ini menjadi babak lain dalam perjalanan panjang Boalemo. Dan di tengah jalan-jalan berdebu desa, masyarakat menunggu dengan doa—agar langkah Bupati mereka di Senayan benar-benar membawa pulang kabar gembira.
-eustas kidd)


















