Breaking News
Ingin jangkau lebih banyak pelanggan? Pasang iklan sekarang! Hubungi kami di No. Telpon/SMS/WhatsApp di 0812 4346 0159. Kami siap membantu mempromosikan bisnis Anda dengan efektif!
Mabar Kriminal
Mabar Kriminal

Rum Pagau “Saya Mundur Sebagai Ketua, Bukan Keluar dari NasDem”

Boalemo, (12/11) — Di antara hiruk pikuk panggung politik, ada langkah yang diambil bukan karena ambisi, melainkan karena nurani. Bupati Boalemo, Hi. Rum Pagau, memilih jalan yang menenangkan: meluruskan kabar yang sempat berhembus kencang bahwa dirinya akan keluar dari Partai NasDem.

“Bukan keluar dari partai,” ucap Rum tenang, “tapi saya memilih mundur sebagai Ketua DPC NasDem Boalemo.”

Pernyataan itu disampaikan dengan nada penuh ketegasan, namun di baliknya tersirat kedewasaan seorang pemimpin yang memahami arti kebersamaan di tengah keberagaman politik.

Sebagai Bupati, Rum Pagau sadar, ia adalah pembina bagi seluruh partai politik di Boalemo — rumah besar bagi semua warna, semua suara, dan semua cita-cita untuk kemajuan daerah.

“Saya ingin membangun Boalemo dengan hati terbuka, tanpa sekat politik. Saya ingin berkolaborasi dengan semua partai, semua elemen,” tuturnya tulus.

Langkah mundur itu bukan tanda menjauh, tetapi justru cara Rum Pagau mendekat — kepada rakyat, kepada semua pihak yang berjuang bersama membangun tanah yang ia cintai.

Namun di balik keputusan itu, ada cerita yang lebih dalam.
Rum Pagau mengakui, langkahnya dulu bergabung dengan Partai NasDem bukanlah semata urusan politik, melainkan urusan hati.

“Pilihan saya ke NasDem itu karena rasa hormat dan kedekatan saya kepada Bapak Rachmat Gobel,” katanya, matanya seolah menatap jauh menembus kenangan. “Beliau bukan sekadar pemimpin politik, tapi sosok yang saya kagumi dengan sepenuh hati. Hanya Allah yang tahu keikhlasan saya membantu beliau dalam perjuangan partai ini.”

Rum Pagau bukan nama baru di kancah politik Boalemo. Di bawah kepemimpinannya, NasDem berhasil menoreh empat kursi di parlemen — pencapaian yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi masih punya tempat di politik lokal.

Dan untuk menegaskan bahwa loyalitasnya kepada NasDem bukan sekadar kata, Rum Pagau bahkan mendorong putranya, Rivel Priantoro Pagau, untuk ikut menapaki jalan perjuangan itu, dengan amanah sebagai Sekretaris Umum DPC NasDem Boalemo.

“Itu bukti bahwa saya tetap di NasDem,” ujarnya tersenyum, “Saya hanya akan keluar dari partai ini jika Bapak Rachmat Gobel memutuskan keluar dari NasDem.”

Kalimat itu sederhana, tapi dalam.
Ia bukan sekadar pernyataan politik — melainkan sebuah sumpah kesetiaan dan penghormatan.

Rum Pagau menutup pembicaraan dengan ketenangan seorang pemimpin yang memilih jalan tengah — bukan untuk dirinya, tapi untuk Boalemo.
Karena baginya, menjadi pemimpin bukan tentang siapa yang paling kuat berpolitik, tapi siapa yang paling ikhlas berbuat untuk tanah yang dicintai. (Eustas kidd)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *